Master silinder rem yang rusak dapat menyebabkan beberapa masalah. Berikut beberapa tanda bahaya umum yang mengindikasikan kerusakan master silinder:
1. Perilaku Pedal Rem yang Tidak Biasa
Pedal rem Anda seharusnya mencerminkan masalah utama apa pun dalam penyegelan atau distribusi gaya pada master silinder Anda.
Misalnya, Anda mungkin merasakan pedal rem terasa lembek — yang berarti pedal tersebut tidak memiliki daya tahan dan mungkin akan terbenam perlahan ke lantai saat ditekan. Pedal rem juga mungkin tidak kembali dengan mulus setelah Anda mengangkat kaki. Hal ini biasanya disebabkan oleh masalah tekanan minyak rem Anda — yang kemungkinan besar disebabkan oleh master silinder rem yang rusak.
Sebagai aturan umum, bawa mobil Anda ke mekanik setiap kali pedal rem Anda tiba-tiba mulai bekerja berbeda.
2. Kebocoran Minyak Rem
Kebocoran minyak rem di bawah mobil Anda merupakan tanda yang jelas bahwa ada sesuatu yang salah. Jika ini terjadi, pastikan untuk meminta mekanik Anda memeriksa reservoir minyak rem Anda. Kebocoran akan menyebabkan level minyak rem turun.
Untungnya, master silinder memiliki beberapa segel di dalamnya untuk menjaga agar minyak rem dan tekanan rem tetap terkendali. Namun, jika segel piston aus, kebocoran internal akan terjadi.
Penurunan parah pada level minyak rem akan membahayakan kinerja sistem rem dan keselamatan Anda di jalan.
3. Minyak Rem Terkontaminasi
Minyak rem seharusnya berwarna bening, kuning keemasan hingga coklat.
Jika Anda melihat minyak rem berubah menjadi coklat tua atau hitam, ada sesuatu yang salah.
Jika rem Anda tidak berfungsi dengan baik, ada kemungkinan segel karet di master silinder telah aus dan rusak. Hal ini menyebabkan kontaminan masuk ke dalam minyak rem dan menggelapkan warnanya.
4. Lampu Mesin atau Lampu Peringatan Rem Menyala
Kendaraan yang lebih baru mungkin memiliki sensor level dan tekanan minyak rem yang terpasang di master silinder. Sensor ini akan mendeteksi penurunan tekanan hidrolik yang tidak biasa dan memberi tahu Anda.
Oleh karena itu, jika lampu mesin atau lampu rem menyala, jangan diabaikan. Hal ini bisa jadi merupakan tanda kerusakan master silinder, terutama jika disertai gejala-gejala sebelumnya.
5. Menenun Saat Pengereman
Master silinder rem biasanya memiliki dua sirkuit hidrolik terpisah untuk mengalirkan minyak rem ke dua pasang roda yang berbeda. Kerusakan pada salah satu sirkuit dapat menyebabkan mobil bergeser ke satu sisi saat pengereman.
6. Keausan Tidak Merata pada Bantalan Rem
Jika salah satu sirkuit di master silinder bermasalah, hal ini dapat mengakibatkan keausan kampas rem yang tidak merata. Satu set kampas rem akan lebih aus daripada yang lain — yang pada gilirannya dapat menyebabkan mobil Anda bergoyang-goyang setiap kali direm.
Waktu posting: 22 Februari 2023
